Beranda‎ > ‎

Pawai Anak Nelayan Hut RI 64

posted Mar 19, 2013, 2:29 AM by Ignatius Andrian

Bagi sebagian besar lapisan masyarakat 17 Agustus identik dengan aneka perlombaan. Tak ketinggalan bagi anak-anak binaan YAI. Untuk merayakan HUT RI anak-anak YAI mengadakan berbagai macam lomba dan pawai. Berdasarkan pemantauan YAI di proyek-proyek masing-masing proyek memperingati HUT RI ini selalu dikaitkan dengan anak-anak.

SD Damai merayakakan HUT dengan mengadakan aneka perlombaan: misalnya: makan krupuk, lari karung, melukis, futsal, bulu tangkis, dan lain sebagainya. Kegiatan perlombaan yang dilaksanakan tanggal 14 dan 15 Agustus 2009 tersebut juga dimaksudkan untuk menyegarkan semangat anak dari kejenuhan rutinitas sekolah. Berbagai macam hadiah seperti buku tulis, pensil, makanan diberikan kepada para pemenang.

Pusat Pelayanan Sosial “Si Pitung “ Marunda menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk memeriahkan HUT RI yang ke - 64 ini pada tanggal 18 Agustus 2009. Mereka menyelenggarakan berbagai lomba: makan krupuk, lari Enggran, bernyanyi, meniup balon dan lain sebagainya. Anak-anak baik usia balita sangat menikmati permainan ini. Sebagai ucapan terima kasih atas partisipasi anak-anak, proyek membagikan makanan ringan dan handuk yang dibeli dengan menggunakan dana proyek bantuan dari YAI.

Pusat Pelayanan Sosial “Kelompok Belajar Anak Nelayan Sumbangsih” Kamal Muara, merayakan HUT RI dengan menyelenggarakan Pawai Anak. Anak-anak dengan menggunakan pakaian khas adat daerah di seluruh Indonesia dan pakaian tari khas warok Jawa Timur, dengan berbagai macam aksesorisnya. Pawai bergerak dari kantor proyek, melewati pasar ikan Kamal Muara, menuju Stadion Kamal. Dari stadion, Pawai bergerak menuju SD Negeri 01 dan 02 Kamal Muara. Anak- anak didaulat oleh para guru dan teman-teman mereka untuk pentas. Tarian khas warok Jawa Timur ditampilkan dan mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari anak-anak, para guru dan masyarakat sekitar. Anak-anakpun didaulat oleh pak Lurah untuk pentas di Kantor Kelurahan. Tiga jenis tarian disuguhkan dan sambutan wargapun cukup antusias. Seni memang merupakan bagian hidup dari anak-anak nelayah Kamal Muara.

Melalui seni tari itulah anak-anak mengungkapkan diri dan kreativitasnya, meninggalkan sejenak kemiskinan yang melingkupi hidupnya sekaligus membagi kegembiraan hidup kepada sesama lewat tari-tarian kesukaan yang sungguh menyentuh jiwa penontonnya.

Namun sayang, peraayaan HUT RI ini bagri sebagian rakyat kecil tidak semeriah dengan tahun-tahun sebelumnya karena berbagai tragedi bom Juli di Jakarta.

Comments